Daftar Perguruan Tinggi di Purwokerto



Bingung mau kuliah di mana? Nggak usah bingung…Buat sobat blogger yang bingung memilih Perguruan Tinggi, berikut ini saya tuliskan beberapa daftar Perguruan Tinggi di Purwokerto. Semoga postingan ini bermanfaat buat kalian.


Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto
Alamat: Jalan. HR. Boenyamin No. 708 Purwokerto
Telp: 0281-635292

       Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
Alamat: Jl. Raya Dukuhwaluh 
Telp. 630 588, 634 424 Purwokerto

       Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto
ALamat: Jalan. Beji Karangsalam 
Telp. 635 889, 624 838 Fax. 634 611 Purwokerto

       Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto
Jl. Jend. A Yani 40 Telp. 628 250 Purwokerto
      
      Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satria Purwokerto
Alamat: Jalan. HM Bachroen 45 Purwokerto 
Telp. 0281-632 938

      Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Widya Utama
Alamat: Jalan Jend. Sudirman 604 Telp. 0281-628 831 Purwokerto

      Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo
Alamat: Jalan Sumingkir No. 1  Purwokerto
Telp. 0281-632 870 Purwokerto

      Akademi Teknik TELKOM Purwokerto
Alamat: Jalan. D. I. Panjaitan No. 128 Purwokerto
 Telp. 0281-641629 Fax. 641630

  Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto
Alamat: Jalan KH Wahid Hasyim 274A Purwokerto 
Telp. 0281-641655 Fax. 623273

  Akademi Kesehatan Lingkungan Baturaden
Alamat: Jalan. Karangmangu – Baturaden
 Telp. 0281-681 709 Baturaden

  Akademi Pariwisata “Eka Sakti” Purwokerto
Alamat: Jalan. Jend. Sudirman  Sokaraja 48
Telp. 0281-692 028 Sokaraja

   Politeknik PRATAMA Purwokerto
Alamat: Jalan. Perintis Kemerdekaan No.187 Purwokerto 
Telp.0281- 633066 - 633077

STIMIK AMIKOM Purwokerto
Alamat: Jalan Let.Jend. Pol. Sumarto (Depan SPN) Purwokerto
Telp: 0281-623321

Ingat...jangan salah pilih Perguruan Tinggi, karena persaingan lulusan Perguruan Tinggi semakin ketat. Terima kasih udah mau baca Daftar Perguruan Tinggi di Purwokerto

[Read More...]


Video Kehidupan Masyarakat Bali Tahun 1932 bag 2



Video Kehidupan Masyarakat Bali Tahun 1932 bag 2 ini merupakan kelanjutan dari video yang pernah diupload dalam blog ini. Ini adalah bagian dari sejarah Bali. Dan Bali adalah bagian dari Indonesia. Oleh karena itu sudah selayaknya sebagai bagian dari Bangsa, kita harus, atau setidaknya memahami sejarah yang telah membentuk kita menjadi seperti ini. Special thank's buat DJBAZZTIC...semoga bermanfaat...Oh ya, sudah liat video Kehidupan Masyarakat Bali Tahun 1932 bag 1..?

[Read More...]


Sekilas Sejarah Kabupaten Banyumas



A.   Tempat awal pemerintahan dan nama Banyumas
Menurut penelitian, maka hutan Mangli daerah Kejawar sebagai tempat pertama dibangunnya pusat pemerintahan Adipati Wargo Oetomo II setelah meninggalkan Wirasaba. Menurut riwayat yang juga dipercayai masyarakat, beliau menerima wisik supaya pergi ke suatu tempat tumbuhnya pohon Tembaga. Di hutan Mangli inilah diketemukan pohon Tembaga yang dimaksud ; yaitu di sebelah Timur pertemuan sungai Pasinggangan dan sungai Banyumas. 

Alun-Alun Banyumas Lama
Kemudian mulailah dibangun tempat tersebut sebagai pusat pemerintahan dengan dibiayai oleh Kjai Mranggi Semu di Kejawar. Ketika sedang sibuk-sibuknya membangun pusat pemerintahan itu, kebetulan pada waktu itu ada sebatang kayu besar hanyut di sungai Serayu. Pohon tersebut namanya pohon Kayu Mas yang setelah diteliti berasal dari Desa Karangjambu (Kecamatan Kejobong, Bukateja, Kabupaten Purbalinga), sekarang sebelah timur Wirasaba. Anehnya kayu tersebut terhenti di sungai Serayu dekat lokasi pembangunan pusat pemerintahan. Adipati Marapat tersentuh hatinya melihat kejadian tersebut, kemudian berkenan untuk mengambil Kayu Mas tersebut untuk dijadikan Saka Guru.Karena kayu itu namanya Kayu Mas dan hanyut terbawa air (banyu), maka pusat pemerintahan yang dibangun ini kemudian diberi nama Banyumas (perpaduan antara air (banyu) dan Kayu Mas)).
B.   Hubungan antara Mataram I, Majapahit, Pakuan Pajajaran, Pajang dan Banyumas.
Perlu diterangkan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan hubungan disini terutama kaitan antara daerah Banayumas dengan beberapa negara (kerajaan) sebelumnya. Banyumas bukannya timbul secara tiba-tiba, tetapi mempunyai alur yang cukup panjang. Dalam cerita babad terkaitlah sejarah Banyumas dengan Majapahit  (Raden Aria Baribin) dan Pakuan Pajajaran, tetapi keterkaitannya dengan Mataram I (Mangli) tidak tercatat. Bahkan masyarakat mengira/mungkin hanya mengetahui bahwa Banyumas baru tampil di  panggung sejarah sejak Raden Djoko Kahiman (Wargo Oetomo II) mendirikan Banyumas sekitar tahun 1582 M.  Tetapi berdasarkan data arkeologi ternyata daerah DAS Serayu telah tampil dalam sejarah sejak zaman Nirloka (Prehistori, temuan artefak batu berupa kapak neolotikum) dan juga zaman Mataram I (temuanprasasti, perhiasan mas dan arca batu).  Pada zaman Mataram I, bangunan Serayu pasti merupakan jalur lalu lintas perdagangan sungai yang ramai. Banyak pedagang yang hilir  mudik melintasi sungai Serayu. Hubungan Banyumas dengan Majapahit dan Pakuan Pajajaran, diuraikan dalam Babad Banyumas, yaitu Raden Aria Baribin putra Brawidjaja IV (adik Brawidjaja V) pergi meninggalkan Majapahit, karena akan dibunuh secara diam-diam oleh kakaknya sendiri yaitu Brawidjaja V karena dikhawatirkan kalau-kalau akan merebut kekuasaan. Dalam perjalanannya menuju Pakuan Pajajaran beliau singgah di Bagelan dan bermalam di rumah Ki Ageng Kaleng, kemudian terus ke Ngayah dan melanjutkan ke Kejawar singgah di rumah Ki Ageng Mranggi (orang tua Raden Djoko Kahiman). Dari Kejawar kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Pasir Luhur dan baru meneruskan ke Pakuan Pajajaran menjadi seorang petapa yang terkenal dengan nama Raden Aria Baribin Pandhita Putra.  Hubungan antara Banyumas dengan kerajaan Pajang yang sudah beragama Islam sudah cukup jelas, karena Adipati Wargo Oetomo II diangkat oleh Sultan Pajang yaitu Hadiwidjaja yang meninggal pada tahun 1587 M, menjadi Adipati Wirasaba VII yang kemudian pindah ke Kejawar (hutan Mangli).  Selanjutnya Kadipaten (Kabupaten) Banyumas menjalin hubungan dengan kerajaan Mataram II (Islam).
C.  Riwayat singkat Raden Djoko Kahiman (Adipati Marapat).
Riwayat Djoko Kahiman atau Raden Djoko Semangoen adalah putra Raden Harjo Banjaksosro Adipati Pasir Luhur yang sejak kecil diasuh dan diambil anak angkat oleh Kjai dan Njai Mranggi Semoe di Kejawar. Kjai Mranggi sebenarnya namanya adalah Kjai Sambarta dan Njai Mranggi adalah Njai Ngaisah. Setelah Raden Djoko Kahiman dewasa lalu mengabdikan dirinya pada Kjai Adipati Wirasaba yang bernama Adipati Wargo Oetomo I dan akhirnya Raden Djoko Kahiman menjadi menantu Wargo Oetomo I, dinikahkan dengan putri sulungnya yang bernama Rara Kartimah. Suatu ketika Adipati Wirasaba mendapat titah Sultan agar mempersembahkan salah seorang putrinya untuk dijadikan garwa ampean. Oleh Sang Adipati dipersembahkan putri bungsunya yang bernama Rara Soekartijah, yang pada masa kecilnya pernah dijodohkan dengan putra saudaranya yaitu Ki Ageng Tojareka, namun setelah  dewasa Rara Soekartijah menolak untuk berumah tangga dan bercerai sebelum berkumpul. Sakit hati Ki Ageng Tojareka kemudian membuat fitnah yang menyebabkan murka Sultan Pajang dan menyuruh Gandek supaya membunuh Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang tanpa penelitian terlebih dahulu. Tetapi sesudah diteliti menyesallah Sultan Pajang, kemudian menyuruh Gandek untuk menyusul Gandek terdahulu supaya membatalkan rencana membunuh Adipati Wargo Oetomo I, namun sudah terlambat. Tempat terjadinya di Desa Bener, maka Adipati Wargo Oetomo I juga terkenal dengan sebutan Adipati Sedo Bener, sedangkan makam beliau di pasarehan Pakiringan, sebelah timur kota Banyumas, sekarang masuk wilayah Purworejo Klampok. 

Alun-Alun Purwokerto Sekarang
Penyesalan Sultan Pajang kemudian menitahkan memanggil putra Adipati Wirasaba supaya menghadap ke Kesultanan Pajang, namun semua putra Wargo Oetomo I tidak ada yang berani menghadap, akhirnya dengan jiwa heroik dan patriotis karena anggapannya akan dibunuh juga, berangkatlah Raden Djoko Kahiman menghadap Sultan Pajang. Di luar dugaan Raden Djoko Kahiman malah diangkat menjadi Adipati Wirasaba VII dengan gelar Adipati Wargo Oetomo II untuk menggantikan Adipati Wargo Oetomo I yang telah wafat karena kesalah pahaman. Sultan Pajang memberikan segala kebijaksanaan Kadipaten Wirasaba kepada Wargo Oetomo II. Dengan kebesaran jiwanya Adipati Wargo Oetomo II tidak ingin mementingkan dirinya sendiri (mukti sendiri), karena beliau adalah anak mantu, maka mohon restu agar diperkenankan untuk membagi daerah kekuasaan Wirasaba menjadi 4 daerah. Menurut penelitian dan hasil seminar, hari, tanggal, bulan, tahun diangkatnya Raden Djoko Kahiman menjadi Adipati Wirasaba VII yang bergelar Adipati Wargo Oetomo II adalah : Jumat Kliwon, tanggal 12 Rabiul awal 990 H bertepatan dengan tanggal 6 April 1582 M. Sekembalinya dari Pajang maka Raden Djoko Kahiman yang telah diangkat menjadi Adipati Wirasaba VII, beliau membagi daerah kekuasaannya menjadi empat, yaitu :
  1.  Banjar Pertambakan diberikan kepada Kjai Ngabehi Wirojoedo.
  2.  Merden diberikan kepada Kjai Ngabehi Wirokoesoemo.
  3. Wirasaba diberikan kepada Kjai Ngabehi Wargowidjojo.
  4. Sedangkan beliau merelakan kembali ke Kejawar dengan maksud mulai membangun pusat pemerintahn yang baru. Ketiga saudaranya berterimakasih dan tetap tunduk kepada Adipati Wargo Oetomo II yang diangkat sah oleh Sultan Pajang.
Dari uraian tersebut diatas, maka dapatlah diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Hari Jadi Kabupaten Banyumas adalah hari Jumat Kliwon, tanggal 12 Rabiul awal 990 Hijriyah bertepatan dengan 6 April 1582 Masehi.
  2. Adipati I (Bupati I Banyumas) ialah Raden Djoko Kahiman putra Banjaksosro dari Pasir Luhur yang kemudian diambil anak angkat oleh Kjai Mranggi Semoe di Kejawar, menjadi menantu Adipati Wirasaba (Adipati Wargo Oetomo I) kemudian diangkat menjadi Adipati Wirasaba VII oleh Sultan Pajang, yang akhirnya membagi wilayah kekuasaan Wirasaba menjadi empat daerah, sehingga beliau terkenal dengan sebutan Adipati Marapat.
  3. Daerah yang pertama kali dibangun sebagai pusat pemerintahan ialah hutan Mangli daerah Kejawar dan sekarang terletak di Desa Kalisube Grumbul Mangli, Kecamatan Banyumas.(open source)
[Read More...]


Banjoemas Zaman Bahola



Kali ini saya posting lagi foto-foto seputar Banyumas pada zaman dulu. Foto ini saya ambil dari seorang teman yang saat ini berdomisili di Jakarta meski yang bersangkutan asli orang Banyumas. Saya yakin bahwa sudah banyak orang Banyumas yang memiliki koleksi foto-foto ini. Namun tidak ada salahnya kembali saya upload di blog saya. Sekali lagi semoga bermanfaat..

Jembatan Patikraja Tahun 1905

Gedung Klub Harmoni Tahun 1900

Jembatan Kereta Api Gambarsari Tahun 1892

Karsidenan Banyumas Tahun....?

Karyawan Pabrik Rokok Banjoemas Tjap Jempol Tahun...?
  
Ketenger Baturaden Tahun 1900

Mendorong Grobak Tebue Tahun 1908

Menyebrang Sungai Serayu Tahun...?

Pasar Wage Tahun...?

R. Soetedja (1909-1960) Pencipta Lagu Di Tepi Sungai Serayu

Rumah Administrator Perkebunan Karet Krumput Tahun....?

Suasan Pasar Malam di Purwokerto Tahun 1947

Suasana Persidangan di Landraad Banyumas Tahun 1920

Stasiun Idjo Tahun 1920

Stasiun Kroya Tahun 1925

Stasiun Raya Purwokerto Tahun 1925

Stasiun Sokaradja Tahun 1900
Terima kasih telah membaca dan melihat-lihat foto Banjoemas Zaman Bahola. Foto-foto lain dapat dilihat pada artikel yang berjudul Foto Banyumas Tempo Dulu

[Read More...]


Video Kehidupan Maysarakat Bali Tahun 1932



Jalan-jalan ke Youtube tiba-tiba ketemu video ini. Secara pribadi, saya meyakini bahwa video ini asli, meski banyak komentar yang menyangsikan keaslian video ini. Video tentang kehidupan masyarakat Bali sekitar tahun 1932 ini, diunggah oleh pemilik akun youtube bernama Ketutberut1. Kepadanya, saya mohon izin untuk mengupload video bagian pertama tersebut ke dalam blog saya. Oh ya, jangan lupa liat video kehidupan masyarakat bali bagian dua. Semoga bermanfaat... 

[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors